Pernah nggak sih, lihat orang yang suka flexing ilmu, gelar, atau status sosial, tapi malah bikin vibes-nya jadi cringe? Bukannya dihormati, malah bikin orang-orang lowkey risih. Nah, ini pas banget buat kita bahas pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari, terutama kalau kamu punya banyak ilmu atau status yang bikin kamu jadi main character. Tapi, ingat, adab itu bukan cuma pajangan—adab adalah pondasi biar ilmu kamu nggak cuma slay di luar, tapi juga berbuah manfaat.
Apa Itu Adab?
Adab, dalam bahasa Islam, adalah perilaku sopan dan penuh penghormatan yang menjadi cerminan dari akhlak mulia. Ibarat no cap, adab adalah hal yang nggak bisa dipalsukan. Ulama zaman dulu bahkan lebih mementingkan adab ketimbang ilmu. Ada kisah tentang Imam Malik yang diajarkan oleh ibunya untuk mempelajari adab sebelum mengambil ilmu dari guru-gurunya. Gimana nggak slay, dia jadi salah satu ulama besar karena ilmu dan adabnya balance【16】【18】.
Cerita Para Ulama: Bukan Jago Kandang, Tapi Slay!
Dulu, ulama seperti Imam Abu Hanifah rela menunggu di luar rumah gurunya semalaman biar nggak ganggu waktu istirahat sang guru. Itu bukti kalau mereka benar-benar gas dalam menghormati orang lain. Imam Syafi’i bahkan pernah membersihkan sandal gurunya sebelum masuk kelas. Kalau kita bandingkan dengan sekarang, mungkin beberapa orang yang suka sussy (alias mencurigakan) dengan gelarnya lupa kalau sikap seperti itu yang bikin ilmu mereka jadi dihormati.
Apa yang Salah di Zaman Sekarang?
Gen-Z sering bilang, “Iykyk,” kalau mereka ketemu situasi yang absurd tapi relatable. Nah, salah satu situasi iykyk adalah ketika kita lihat orang yang mengaku ustadz atau habib, tapi malah merendahkan orang lain. Kayak gimana? Misalnya, menghina profesi seseorang, bilang mereka nggak layak dihormati, atau malah flexing gelar seolah-olah itu membebaskan mereka dari tanggung jawab beradab.
Ingat ya, Nabi Muhammad SAW, yang gelarnya lebih tinggi dari siapa pun, tetap rendah hati dan menghormati semua orang, bahkan pada pembantunya. Kalau sekarang ada yang bilang, “Anjir, gue kan gus,” sambil merendahkan orang lain, jelas itu bertolak belakang banget sama akhlak Rasulullah.
Adab di Era Digital: Jangan Sampai TMI
Adab nggak cuma berlaku di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Zaman sekarang, nggak sedikit yang auto komen kasar atau menghujat di media sosial tanpa pikir panjang. Kalau mau kritik, pastikan caranya benar dan nggak bikin vibes jadi toxic. Sebab, jejak digital itu forever. Kamu nggak mau dong, dikenal sebagai orang yang suka cringe gara-gara komentar nggak beradab?
Contoh kecilnya, kalau lihat konten orang yang menurut kamu kurang pas, jangan langsung slay dengan komentar negatif. Coba deh kasih kritik membangun yang bikin orang tersebut merasa dihormati sekaligus belajar.
Ilmu Tanpa Adab Itu Bahaya
Imam Ghazali pernah berkata bahwa ilmu tanpa adab itu ibarat api tanpa kayu bakar—nggak ada gunanya. Lebih parah lagi, ilmu tanpa adab malah bisa jadi racun. Contohnya, kalau seseorang highkey suka menunjukkan ilmunya, tapi niatnya cuma buat flexing, orang lain bakal lebih fokus sama sikapnya yang menyebalkan ketimbang isi ilmunya.
Jadi, sebelum belajar sesuatu, pastikan kita juga belajar adab. Mulailah dengan hal sederhana, seperti cara berbicara, mendengarkan orang lain, dan menerima perbedaan pendapat tanpa harus menjatuhkan.
Pelajaran dari Gen-Z untuk Semua Generasi
Sebagai bestie dalam komunitas global, kita harus gas dalam menyebarkan adab. Jangan cuma jago ngomong tentang kebaikan, tapi juga praktikkan adab itu sendiri. Dunia ini udah penuh dengan toxicitas; tugas kita adalah jadi bagian dari solusi.
Untuk kamu yang merasa main character, ingatlah bahwa dunia ini bukan cuma tentang kamu. Ada orang lain yang juga layak dihormati, terlepas dari profesi, latar belakang, atau status sosialnya. Kalau kita bisa slay dengan akhlak dan adab, itu jauh lebih berharga daripada sekadar pamer ilmu.
Kesimpulan: Jangan Sussy dengan Adab
Adab sebelum ilmu bukan sekadar slogan. Ini adalah prinsip hidup yang berlaku universal, baik untuk Gen-Z, Gen-X, atau siapa pun. Dengan adab, ilmu yang kita miliki akan lebih slay dan bermanfaat untuk orang banyak. Jadi, sebelum flexing ilmu atau status, pastikan dulu adab kamu nggak cringe, ya, bestie!
.jpeg)
Comments
Post a Comment