Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bilang cadangan minyak Indonesia aman. Aman sampai 20 hari . Kalau kamu dengar kalimat itu sekilas, kedengarannya menenangkan. Kayak, ya udah, masih ada buffer. Hidup masih jalan. SPBU masih buka. Mobil masih bisa jalan. No big deal. Tapi kalau dipikir sedikit lebih lama… 20 hari itu sebenarnya sebentar banget . Apalagi kalau kita ingat satu hal kecil yang sering terlupakan, Indonesia sekarang itu negara pengimpor minyak . Kebutuhan minyak kita sekitar satu juta barel per hari, dan sebagian besar harus datang dari luar negeri. Jadi sistem energi kita basically bergantung pada satu hal yang sangat simpel, kapal tanker terus datang, minyak terus mengalir. Selama rantai itu lancar, semuanya kelihatan normal. Tapi kalau ada gangguan di jalurnya, situasinya bisa cepat berubah. Dan kebetulan, dunia lagi ngomongin satu jalur yang sangat sensitif, Selat Hormuz . Sekitar 20% perdagangan minyak dunia lewat situ . Kalau jalur itu sampai terganggu, apalag...
Katanya si Terompah lagi ngambek karena Spanyol allegedly nggak kasih wilayahnya dipakai buat kepentingan serangan ke Iran. Dramanya sih belum tentu se-epik timeline Twitter, tapi vibe-nya kebaca: geopolitik sekarang makin terasa kayak group chat keluarga yang admin-nya sudah sepuh semua dan sensiannya minta ampun. Well. Kalau kamu zoom out sedikit dan lihat panggung dunia hari ini, line-up-nya memang senior-senior semua. Raja Salman sudah 90. Mahmoud Abbas juga 90. Khamenei 86. Terompah 79. Anwar Ibrahim 78. Raja Charles 77. Netanyahu 76. Modi 75. Prabowo dan Shehbaz Sharif 74. Putin 73. Xi Jinping dan Erdogan 72. Al-Sisi 71. Ini bukan daftar tamu resepsi emas pernikahan. Ini adalah orang-orang yang literally menentukan arah perang, ekonomi global, sampai harga beras di dapur kamu. Dan saya nggak sedang age-shaming. Pengalaman itu valuable. Wisdom itu mahal. Tapi ada satu pertanyaan yang uncomfortable namun perlu diajukan: ketika usia sudah di ujung karier, bahkan di ujung hidup, ...