Saya teringat di
masa-masa saya masih berkantor di jalan Kapten Tendean, ada satu warteg dekat
kantor yang unik. Lauk pauknya sih standard warteg pada umumnya. Tata letak
meja kursinya juga biasa. Orang-orang di dalamnya dan pelanggannya juga. Letak
uniknya adalah ada pada graviti di salah satu bagian dindingnya.
Di dinding dekat pintu masuk tertulis dengan cukup jelas, "
"Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas."
Begitu saya melihat tulisan itu, saya langsung kasih tau ke kawan saya.
"Dul, lo lihat tuh!"
Dan kami pun tertawa. Tertawa karena kami sadar, kami termasuk ke dalam golongan Small Minds. Kami nggak bisa menahannya. Dan subjek pembicaraan favorit kami adalah kelakuan ajaib section head kami. Kadang kami pikir, itu orang mungkin sampai keselek karena seringnya kami omongin.
Dan tulisan yang dikutip dari ucapan ibu Eleanor Roosevelt itu masih terngiang-ngiang di benak saya.
Saya pernah coba untuk membicarakan ide dan idealisme. Tapi akhirnya kembali lagi ke mengghibahi individu. Paling banter membicarakan kejadian yang sedang hangat terjadi. Walaupun akhirnya kembali ke membicarakan orang lagi. Bad habit, yes.
Tapi berbanggalah kita kaum Small Minds. Tanpa kita maka rumah-rumah produksi bakal gulung tikar akibat nggak ada yang berminat menonton sinetron atau FTV buatan mereka. Atau artis-artis sekuter menjadi jobless karena nggak ada tivi-tivi yang mau membicarakan gimmick mereka lewat program berita gosipnya. Dan para program kreatif di tivi harus berpikir lebih keras lagi membuat in-house program yang lebih berkualitas. Mereka nggak akan bisa lagi menyajikan variety show nggak jelas dengan sejibun host atau acara kontes-kontesan yang di-roll 3 jam tanpa jelas isinya apa. Yes, kita telah meringankan pekerjaan banyak orang.
Kalau saya masih bekerja di tivi, kasus FH ini akan saya masukkan ke dalam talk show. Undang nara sumber di bidang psikologi lalu pancing sampai ada tangis-tangisan. Seperti kata pak Chaerul Tandjung, "semakin banyak yang menangis saat menonton program acara kita, semakin tinggi share dan ratingnya."
Atau kalau saya punya rumah produksi, cerita FH akan saya buatkan versi sinetronnya..... atau filmnya sekalian.
Lah, kok saya jadi ngomongin ide???
Comments
Post a Comment