Setiap pillow talk dengan pacar, dia selalu bertanya ke saya, "Kamu sayang aku nggak? Semana?" Dan saya jawab, "Iya sayang. Sedunia akhirat." Terdengar template sih karena pertanyaan dan jawaban adalah susunan kalimat yang sama setiap harinya.
Tapi sebenarnya tanpa kita sadari, pernyataan sayang tidak melulu berupa kata "aku sayang kamu" atau "aku cinta kamu." Kadang itu berwujud mendengarkan keluh-kesahnya, atau berbentuk kalimat pengingat sholat, pengingat makan, mengisi daya batere ponsel pasangan, merapihkan meja kerja suami, menyiapkan bekal sekolah anak atau bisa dalam bentuk marah dan khawatir ketika orang yang kita kasihi melakukan hal yang berbahaya atau sedang sakit.
Papa saya bukan tipe orang yang mudah menunjukkan rasa sayangnya ke anak-anaknya. Dari saya mengenal kata hingga punya anak yang sekarang beranjak dewasa, papa belum pernah sekali pun mengatakan 'sayang' secara eksplisit kepada saya. Tapi dia dengan bangganya memberitakan ke keluarga di kampung ketika saya berhasil kuliah di Universitas Indonesia. Dan beliau menangis saat saya terlambat datang interview kerja setelah berbulan-bulan sebelumnya menganggur.
Jadi, sudahkah kita mengucapkan 'sayang' ke si dia hari ini?

Comments
Post a Comment