Tak ada yang tahu seperti apa akhir kita. Tak ada yang tahu seperti apa bentuk The End kita. Tak ada yang tahu seperti apa akhir sebuah tulisan dalam buku kehidupan yang kita tulis.
Kita hanya bisa mengira-ngira dari kebiasaan kita selama ini. Tapi kehidupanlah yang akhirnya memberikan kejutan, plot twist atau unexpected ending. Tentu saja dengan seijin Sang Khalik.
Seminggu setelah obrolan saya dengan Murabbi tentang hakikat takdir manusia yang sudah tertulis di Lauh Mahfuzh, saya mengalami kecelakaan motor. Saat itu saya pikir, "Ini mungkin saatnya. Ini mungkin akhir hidup saya." Namun ternyata tidak.
Sekali lagi, saya sebagai manusia dengan segala keterbatasan, hanya bisa mengira. Saya dan Murabbi saya, saat beliau menjenguk saya, hanya bisa menertawakan kesialan saya yang sudah terencana itu.
Hari kembali berjalan. Cerita itu kini tinggal menyisakan dua jahitan di kaki sepanjang 15 cm, beberapa gram titanium dan kejutan-kejutan dari syaraf di kaki.
Sampai saat itu tiba, saya ingin semua kerabat, saudara dan sahabat, tersenyum melihat jasad kaku saya. Sambil mengenang semua hal yang menyenangkan yang pernah kita bersama kerjakan.

Comments
Post a Comment