Di langit yang berarak mendung,
Di tanah yang disirami darah,
Bunga-bunga syuhada mekar,
Di balik debu dan runtuhan kota,
Ada wira-wira yang tidak gentar,
Meniti lorong-lorong perjuangan.
Pedang mereka adalah iman,
Benteng mereka adalah harapan,
Di sebalik dinding hitam tirani,
Tumbuhlah jiwa yang abadi.
Ranting-ranting zaitun bergetar,
Menghantar doa buat yang syahid.
Mereka gugur bak bintang di malam pekat,
Namun cahayanya tak pernah padam.
Langkah kaki mereka tak pernah goyah,
Walau dunia ini penuh kegetiran.
Dengan semangat api membara,
Mereka laungkan takbir,
Menyongsong fajar kemerdekaan,
Di ufuk yang tak terpadamkan.
Tiap tetes darah yang mengalir,
Adalah hujan yang menyuburkan bumi,
Tiap rintih kesakitan,
Adalah nyanyian yang bergema ke syurga.
Mereka tidak hilang,
Mereka tidak binasa,
Dalam genggaman Ilahi,
Mereka hidup selama-lamanya.
Oh tanah syuhada yang suci,
Saksikan anak-anakmu berlari,
Ke pangkuan para malaikat,
Mengangkat panji yang tak pernah jatuh.
Dalam segenap kesakitan,
Ada janji yang takkan dikhianati,
Kemenangan akan datang,
Walau di ujung waktu,
Karena mereka telah menjadi,
Bintang yang kekal dalam langit abadi.

Comments
Post a Comment