Skip to main content

Silent Letters, Silent Laughs: Kenapa Bahasa Inggris Suka Bikin Bingung?


Kalau ngomongin bahasa Inggris, siapa sih yang nggak pernah salah pengucapan? Wajar kok, apalagi buat kita yang sehari-harinya lebih sering ngomong pakai bahasa Indonesia atau bahkan bahasa daerah. Tapi, ada beberapa kata dalam bahasa Inggris yang sering banget jadi korban salah kaprah. Entah karena hurufnya terlalu banyak tapi yang dibaca cuma dikit, atau karena kita terlalu semangat membaca sesuai ejaan. Hasilnya? Ya, muncul versi pengucapan kreatif yang sering bikin native speaker geleng-geleng kepala.

Fenomena Salah Kaprah: Dari Scene sampai Wednesday

Pernah dengar orang baca "scene" jadi "skin"? Atau "Wednesday" jadi "wednesdei"? Tenang, kamu nggak sendirian. Salah kaprah ini ternyata punya akar masalah yang cukup mendalam. Ini bukan sekadar "nggak bisa" kok, tapi ada alasan logis di baliknya.

Bahasa Indonesia itu simpel. Kalau ada huruf, ya dibaca. Huruf k di "kucing" ya tetap kedengeran. Bandingin sama bahasa Inggris, yang hurufnya bisa ada satu baris tapi yang dibaca cuma seupil. Misalnya, Leicester. Dari ejaannya, kita mungkin nebak "lecester" atau "leceister." Eh, ternyata dibacanya "les-ter." Lho, huruf lainnya ke mana?

Nah, mari kita telusuri beberapa kata yang sering jadi "korban":

Scene

Salah: skin

Benar: siin

Penjelasan: Nggak ada hubungan sama skin care ya, guys. Huruf c di sini diam aja, kayak mantan yang cuma bisa diam-diam stalking IG kamu.

Knee

Salah: kni

Benar: ni

Penjelasan: Huruf k di awal itu silent alias nggak usah dibaca. Bayangkan huruf k ini kayak tukang parkir yang cuma berdiri tapi nggak bantu apa-apa. Nampak ada, tapi nggak berfungsi.

Wednesday

Salah: wednes-dei

Benar: wenz-dei atau wenz-de

Penjelasan: Kalau mau hari Rabu yang indah, coba nggak terlalu serius baca semua hurufnya. Biar hari kamu nggak ruwet juga.

High

Salah: haik

Benar: hai

Penjelasan: Huruf gh di sini bukan cuma silent, tapi udah pensiun dini. Jadi nggak usah diajak kerja keras.

Leicester

Salah: lecester, leceister

Benar: les-ter

Penjelasan: Ini favorit kita semua. Coba aja sekali-sekali ke Inggris, sebutin "lecester," dijamin dapat tatapan penuh kasih... kasih tahu kalau kamu salah.

Subtle

Salah: sab-tel

Benar: satl

Penjelasan: Huruf b di sini cuma pajangan. Cukup dibaca seperti ada huruf t dan l aja.

Debt

Salah: deb-t

Benar: det

Penjelasan: Lagi-lagi, huruf b memutuskan untuk nggak ikut andil dalam pengucapan. Mungkin karena malu punya "hutang."

Colonel

Salah: ko-lo-nel

Benar: ker-nel

Penjelasan: Oke, ini salah satu kata yang nggak masuk akal. Tapi ya begitulah bahasa Inggris, kadang suka bikin kejutan.

Science

Salah: si-yens

Benar: sai-ens

Penjelasan: Meskipun huruf c dan e berdekatan, bukan berarti dibaca semuanya. Huruf i jadi penengah, jadi yang terdengar hanya sai-ens.

Scent

Salah: sken

Benar: sent

Penjelasan: Huruf c dan s kayak lagi rebutan panggung, tapi kali ini c yang ngalah dan memilih jadi silent.

Castle

Salah: kas-tel

Benar: kasl

Penjelasan: Huruf t di tengah kata ini seperti teman yang menghilang pas diajak kerja kelompok. Nggak muncul sama sekali.

Island

Salah: is-land

Benar: ai-lend

Penjelasan: Huruf s di sini diam-diam berperan. Jadi jangan dibaca keras-keras, ya.

Kenapa Bisa Salah?

Ada banyak alasan kenapa kita suka salah kaprah. Nggak usah minder, ini wajar banget. Sebagai perbandingan, dalam bahasa Indonesia, huruf-huruf selalu dibaca sesuai ejaannya. Misalnya, "rumah" tetap dibaca seperti itu tanpa ada kejutan huruf yang hilang atau diam. Bandingkan dengan kata "castle" dalam bahasa Inggris, di mana t hilang begitu saja! Jadi, nggak heran kalau kita sering keliru karena terbiasa dengan aturan sederhana dalam bahasa ibu kita. banyak alasan kenapa kita suka salah kaprah. Nggak usah minder, ini wajar banget. Yuk, kita lihat beberapa penyebabnya:

Bahasa Ibu yang Terlalu "Baik dan Benar"

Bahasa Indonesia itu lurus-lurus aja. Apa yang tertulis ya itu yang dibaca. Nggak ada kejutan. Makanya, pas ketemu bahasa Inggris, kita cenderung pakai pola yang sama. Alhasil, jadilah "kni" untuk "knee."

Minim Paparan dari Native Speaker

Kalau belajar bahasa Inggris cuma dari buku atau subtitle film, bisa jadi kita nggak pernah dengar pengucapan aslinya. Jadi ya nebak-nebak aja. Kalau salah, ya udah.

Huruf Silent yang Membingungkan

Silent letters ini ibarat bumbu masakan. Kadang ada biar keren aja. Misalnya, huruf b di "lamb" atau t di "castle." Kalau nggak tahu aturan ini, ya udah, kita baca semuanya.

Kebiasaan yang Salah tapi Diulang-ulang

Yang namanya kebiasaan, kalau salah tapi nggak dikoreksi, bisa lengket. Apalagi kalau orang sekitar juga sama-sama salah. Akhirnya salah berjamaah.

Cara Asik Mengatasi Salah Kaprah

Jangan sedih, guys. Semua bisa dilatih. Nggak ada kata terlambat buat belajar pengucapan yang benar. Berikut beberapa tipsnya:

Nonton Film atau Video dengan Native Speaker

Ini cara paling seru dan santai. Sambil nonton film favorit, coba perhatikan cara mereka ngomong. Kalau bisa, ulangin pelafalannya. Misalnya, waktu nonton Harry Potter, coba ikuti cara mereka bilang "castle" (bukan kestel, tapi kasl).

Gunakan Kamus Online yang Ada Fitur Audio

Kamus kayak Cambridge atau Merriam-Webster biasanya punya fitur suara. Tinggal klik ikon speaker, kamu bisa dengar pengucapan kata yang benar. Praktis banget, kan?

Ikuti Kelas Bahasa Inggris

Kalau mau serius, ikut kursus atau belajar sama tutor. Mereka bisa kasih feedback langsung dan koreksi pengucapanmu.

Mainkan Aplikasi Belajar Bahasa

Banyak aplikasi kayak Duolingo yang bantu latihan pengucapan. Kamu bisa belajar sambil main game.

Praktekkan dengan Teman

Cari teman yang juga belajar bahasa Inggris. Saling koreksi bisa bikin proses belajar lebih seru.

Kesimpulan

Salah kaprah dalam pengucapan bahasa Inggris itu wajar banget, apalagi buat kita yang nggak tumbuh dengan bahasa itu. Tapi, bukan berarti nggak bisa diperbaiki. Dengan latihan, pembiasaan, dan sedikit humor, kita bisa belajar pelan-pelan.

Ingat, tujuan belajar bahasa adalah komunikasi. Selama lawan bicara ngerti, itu udah bagus. Kalau pengucapan masih kurang tepat, nggak apa-apa. Yang penting kita masih mau terus belajar dan memperbaiki kesalahan kita.

Comments

Popular posts from this blog

Pedang yang Tak Pernah Mereka Pegang, Tapi Darahnya Menggenang

Mereka bilang Islam menyebar dengan pedang. Itu sudah lagu lama. Kaset usang yang terus diputar ulang, bahkan saat listrik mati akal sehat. Dari ruang kelas hingga siaran televisi, dari artikel ilmiah yang pura-pura netral hingga obrolan kafe yang penuh superioritas samar—semua ikut bernyanyi dalam paduan suara yang berlagak objektif, tapi sebenarnya penuh kebencian dan ketakutan yang diwariskan secara turun-temurun. Konon, agama ini ekspansionis. Konon, para penganutnya doyan perang. Tapi mari kita berhenti sejenak. Tarik napas. Lihat sekeliling. Lihat reruntuhan di Irak yang bahkan belum sempat dibangun kembali. Lihat anak-anak di Gaza yang hafal suara drone lebih daripada suara tawa. Lihat reruntuhan peradaban yang ditinggal pergi oleh para pembawa “perdamaian.” Lalu tanya satu hal sederhana: siapa sebenarnya yang haus darah? Barat menyukai wajahnya sendiri di cermin. Tapi bukan cermin jujur—melainkan cermin sihir seperti di kisah ratu jahat. Di dalamnya, wajah pembantai bisa te...

Velocity: Dari Konsep Ilmiah Menjadi Joget Viral, Kemunduran atau Evolusi?

  Di era digital, istilah “velocity” mengalami perubahan yang cukup mencolok. Dulu, kata ini erat kaitannya dengan ilmu Fisika, di mana velocity merujuk pada besaran vektor yang menggambarkan kecepatan sekaligus arah gerak suatu objek. Namun kini, jika Anda menyebut kata “velocity” di depan anak-anak muda, besar kemungkinan mereka akan mengaitkannya dengan sebuah joget viral di media sosial, bukan dengan hukum Newton atau persamaan gerak. Lalu, bagaimana bisa konsep ilmiah yang serius berubah menjadi tarian yang penuh efek slow motion dan beat catchy? Apakah ini kemunduran intelektual, atau justru bentuk evolusi bahasa dan budaya pop? Dari Kelas Fisika ke TikTok: Perjalanan Istilah Velocity Velocity dalam ilmu Fisika adalah konsep fundamental yang menjelaskan gerak suatu benda. Ia memiliki arah, bukan hanya sekadar besarannya seperti speed. Tanpa memahami velocity, kita tidak bisa menjelaskan fenomena seperti bagaimana pesawat terbang, bagaimana mobil bisa melaju dengan stabil, ata...

April Mop: Satu Hari di Dunia, Seumur Hidup di Indonesia

April Mop, atau April Fools' Day , adalah hari di mana orang-orang di seluruh dunia berlomba-lomba menjahili satu sama lain dengan lelucon dan tipu daya. Biasanya, korban hanya bisa tertawa pahit dan mengakui bahwa dirinya kena prank. Tradisi ini dirayakan setiap tanggal 1 April, dengan berbagai cara unik di berbagai negara. Tapi, tunggu dulu! Jika di belahan dunia lain April Mop hanya terjadi satu hari dalam setahun, di Indonesia kita sudah terbiasa dengan April Mop sepanjang tahun ! Tak perlu menunggu bulan April, setiap hari ada saja kejutan yang bikin rakyat merasa sedang dipermainkan. Asal-Usul April Mop: Dari Kalender Hingga Ikan Tempel Tak ada yang benar-benar tahu bagaimana April Mop bermula. Namun, ada beberapa teori menarik yang sering dibahas. Salah satunya berasal dari Prancis pada tahun 1582, ketika negara itu mengadopsi kalender Gregorian. Sebelumnya, tahun baru dirayakan pada akhir Maret hingga 1 April. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui perubahan ini dan ...