Kata pak ustadz di tempat saya mengaji dulu sewaktu saya masih kecil, "Di bulan Ramadhan semua setan dibelenggu.... diikat." Tapi pas siangnya saya lihat di jalan, kok masih banyak yang makan, minum dan merokok di jalan? Setan itu tugasnya menggoda manusia untuk mengerjakan larangan Allah dan menjauhi perintah-Nya kan? Berarti setan masih tetap berkeliaran dong?" Itu pertanyaan pertama saya pada waktu itu.
Saat SMA saya salah bergaul. Di saat kawan-kawan saya bergaul dengan seumuran mereka, saya malah sering berkumpul dengan mahasiswa IAIN fakultas Ushuluddin. Obrolan kami nggak pernah jauh dari filsafat agama. Plus buku bacaan di rumah yang lebih banyak bertema filsafat dan politik daripada komik, alhasil saya menjadi anak aneh. Pertanyaan kedua muncul setelah salah seorang kawan mengungkit tentang pernyataan bahwa setan dibelenggu di bulan Ramadhan. Dia bilang, "Bukankah Allah sudah membuat kesepakatan dengan iblis untuk membiarkan dia dan keturunannya menggoda manusia hingga hari kiamat? Pernyataan bahwa setan dibelenggu di suatu bulan tertentu bukannya melanggar perjanjian tersebut?"
Hingga pada suatu hari saya menemukan jawabannya melalui ketidaksengajaan. Saat itu saya menjadi mentor untuk editor junior yang masih on the job training. Mereka belajar bagaimana menjadi video editor dengan melihat cara kerja senior yang ditunjuk sebagai mentor, sambil sesekali diberikan pekerjaan ringan di luar jam sibuk. Saya biasanya mengulang-ulang SOP kerja agar mereka ingat. Jika saya tidak lagi dalam posisi dikejar deadline, saya sering memberi mereka kesempatan untuk roughcut, capture materi atau print to tape. Jika saya rasa dia sudah semakin mahir, saya akan membiarkan trainee itu untuk mengedit satu segmen utuh.
Dari yang awalnya saya bimbing terus akhirnya bisa saya lepas. Bukankah itu yang dilakukan setan selama 11 bulan sebelum bulan Ramadhan? Selama 11 bulan di luar Ramadhan, manusia dibimbing, diarahkan hingga akhirnya nggak lagi membutuhkan setan untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh Tuhannya. Maka nggak perlu heran jika masih banyak manusia yang mencuri, tawuran atau korupsi di bulan yang suci ini. Mereka sudah lulus training para setan.

Comments
Post a Comment