Skip to main content

Padang Restaurant Alignment Chart: Makan Enak Itu Ada Spektrumnya, Bestie

 

Aku tuh makin ke sini makin convinced kalau rumah makan Padang itu adalah the original buffet experience… sebelum dunia Barat ribut sama all-you-can-eat-an.

Bedanya?
Kalau buffet biasa: kamu yang jalan ambil makanan.
Kalau Padang: makanan yang catwalk ke arah kamu.

Kamu duduk manis, lima detik kemudian: rendang, ayam pop, gulai tunjang, dendeng balado, sambal ijo—semuanya touchdown di meja kayak mereka punya agenda pribadi buat bikin kamu kalap. Itu bukan disajiin, itu pressure.

Nah, gara-gara liat “Padang Restaurant Map” ini, aku jadi mikir… iya juga ya, ternyata dunia per-RM-an Padang itu ada alignment chart-nya juga.

Simpelnya:

  • Kiri = dompet masih bisa napas

  • Kanan = dompet harus warming up dulu

  • Bawah = rasa masakan rumah, vibes pulang kampung

  • Atas = versi upgrade, plating lebih niat, AC lebih dingin dari hubungan kalian

Dan kalau dipikir-pikir, placement-nya lumayan masuk akal (walaupun ya… ini subjektif banget, tiap cabang bisa beda nasib):

Di kanan-atas, alias zona “client meeting biar keliatan proper”, ada Pagi Sore sama Padang Merdeka. Ini tuh RM Padang yang kalau kamu ngajak orang ke sini, kesannya bukan mau makan—tapi mau closing deal. Lighting-nya cakep, tempatnya lega, dan harga? Ya… mari kita bilang ini bukan tempat buat healing setelah tanggal 25.

Turun dikit ke tengah-atas, ada Payakumbuah. Dia tuh kayak temen kamu yang stylish tapi nggak norak—modern, tapi masih inget akar. Cocok buat yang pengen upgrade dari RM pinggir jalan, tapi belum siap commit ke harga kanan-atas.

Dead center, kita punya Nasi Kapau Salero Denai. Ini pilihan aman. Nggak terlalu fancy, nggak terlalu homestyle. Kayak jawaban “terserah” tapi beneran works. Mau ngajak temen, keluarga, gebetan baru, semua masih acceptable.

Terus masuk ke bawah—zona nostalgia dan santunan jiwa—ada Sederhana. Ini tuh default setting-nya RM Padang. Kalau kamu nutup mata dan ngebayangin “rumah makan Padang”, kemungkinan besar yang muncul di kepala ya ini. Nggak neko-neko, tapi konsisten.

Paling kiri-bawah?
Tempat di mana tanggal tua masih disambut hangat:
Simpang Raya, Sinar Minang, dan Bopet Mini.

Ini comfort food dalam bentuk nyata. Kamu dateng capek, lapar, emosional abis meeting zonk—keluar-keluar udah kenyang dan hidup terasa slightly lebih manageable.

Cara pakai map ini juga sebenernya gampang:

  • Mau meeting sama klien? Kanan-atas.

  • Lagi pengen makan enak tapi gaji belum turun? Kiri-bawah.

  • Bingung, takut salah pilih? Tengah aja—main aman itu underrated.

Tapi ya balik lagi, ini kan peta—bukan kitab suci.
Menurut kamu, ada yang harus digeser nggak posisinya?

Dan serius nanya:
Spot RM Padang langganan kamu yang selalu deliver di mana?

Btw, yang udah pernah ke Pagi Sore di Bintaro Sektor 7 pasti ngerti—itu RM atau convention hall sih? Gede banget, ada coffee bar lagi. Mahal? Ya… ada harga, ada rasa. Yang penting jangan liat struk pas lagi kenyang 😌🍛

Comments

Popular posts from this blog

Pedang yang Tak Pernah Mereka Pegang, Tapi Darahnya Menggenang

Mereka bilang Islam menyebar dengan pedang. Itu sudah lagu lama. Kaset usang yang terus diputar ulang, bahkan saat listrik mati akal sehat. Dari ruang kelas hingga siaran televisi, dari artikel ilmiah yang pura-pura netral hingga obrolan kafe yang penuh superioritas samar—semua ikut bernyanyi dalam paduan suara yang berlagak objektif, tapi sebenarnya penuh kebencian dan ketakutan yang diwariskan secara turun-temurun. Konon, agama ini ekspansionis. Konon, para penganutnya doyan perang. Tapi mari kita berhenti sejenak. Tarik napas. Lihat sekeliling. Lihat reruntuhan di Irak yang bahkan belum sempat dibangun kembali. Lihat anak-anak di Gaza yang hafal suara drone lebih daripada suara tawa. Lihat reruntuhan peradaban yang ditinggal pergi oleh para pembawa “perdamaian.” Lalu tanya satu hal sederhana: siapa sebenarnya yang haus darah? Barat menyukai wajahnya sendiri di cermin. Tapi bukan cermin jujur—melainkan cermin sihir seperti di kisah ratu jahat. Di dalamnya, wajah pembantai bisa te...

Velocity: Dari Konsep Ilmiah Menjadi Joget Viral, Kemunduran atau Evolusi?

  Di era digital, istilah “velocity” mengalami perubahan yang cukup mencolok. Dulu, kata ini erat kaitannya dengan ilmu Fisika, di mana velocity merujuk pada besaran vektor yang menggambarkan kecepatan sekaligus arah gerak suatu objek. Namun kini, jika Anda menyebut kata “velocity” di depan anak-anak muda, besar kemungkinan mereka akan mengaitkannya dengan sebuah joget viral di media sosial, bukan dengan hukum Newton atau persamaan gerak. Lalu, bagaimana bisa konsep ilmiah yang serius berubah menjadi tarian yang penuh efek slow motion dan beat catchy? Apakah ini kemunduran intelektual, atau justru bentuk evolusi bahasa dan budaya pop? Dari Kelas Fisika ke TikTok: Perjalanan Istilah Velocity Velocity dalam ilmu Fisika adalah konsep fundamental yang menjelaskan gerak suatu benda. Ia memiliki arah, bukan hanya sekadar besarannya seperti speed. Tanpa memahami velocity, kita tidak bisa menjelaskan fenomena seperti bagaimana pesawat terbang, bagaimana mobil bisa melaju dengan stabil, ata...

April Mop: Satu Hari di Dunia, Seumur Hidup di Indonesia

April Mop, atau April Fools' Day , adalah hari di mana orang-orang di seluruh dunia berlomba-lomba menjahili satu sama lain dengan lelucon dan tipu daya. Biasanya, korban hanya bisa tertawa pahit dan mengakui bahwa dirinya kena prank. Tradisi ini dirayakan setiap tanggal 1 April, dengan berbagai cara unik di berbagai negara. Tapi, tunggu dulu! Jika di belahan dunia lain April Mop hanya terjadi satu hari dalam setahun, di Indonesia kita sudah terbiasa dengan April Mop sepanjang tahun ! Tak perlu menunggu bulan April, setiap hari ada saja kejutan yang bikin rakyat merasa sedang dipermainkan. Asal-Usul April Mop: Dari Kalender Hingga Ikan Tempel Tak ada yang benar-benar tahu bagaimana April Mop bermula. Namun, ada beberapa teori menarik yang sering dibahas. Salah satunya berasal dari Prancis pada tahun 1582, ketika negara itu mengadopsi kalender Gregorian. Sebelumnya, tahun baru dirayakan pada akhir Maret hingga 1 April. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui perubahan ini dan ...