Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2026

Venezuela dan Pola Usang Invasi Amerika

Trump ini mainnya licik, tapi polanya udah basi. Dia nge-push narasi “War on Narco-Terrorism & Illegal Immigration” buat nge-justify serangan ke Venezuela dan nge-capture Maduro sebagai “dalang narkoterorisme versi US”. Padahal semua orang yang udah main map geopolitik lebih dari tutorial paham: US nggak pernah rush tanpa loot. Ini bukan first round. Mereka sudah pakai strat yang sama waktu nge-down Saddam Hussein dan Muammar Gaddafi . Dan sekarang, Venezuela lagi jadi bomb site utama . 🎯 OBJECTIVE 1: CLAIM OIL — LOOT TERBESAR DI SERVER Venezuela itu raja resource . Cadangan minyak terbukti terbesar di dunia , bahkan ngelampaui Arab Saudi. Ini bukan side quest. 📌 Kepentingan US: Amankan supply energi global Buka akses buat oil corp besar macam Chevron & ExxonMobil Masalahnya, sejak era Hugo Chávez , banyak aset asing di- nasionalisasi . Di era Maduro , bukan cuma di-lock — tapi di-ban permanen. Dengan Timur Tengah lagi chaos dan Ukraina jadi map pe...

Guy Ritchie's The Covenant

  Ada sesuatu yang ironis dalam menonton Guy Ritchie’s The Covenant (2023). Di satu sisi, film ini adalah kisah sederhana tentang utang budi dan keberanian seorang tentara yang menepati janji. Tapi di sisi lain, ia juga kisah kompleks tentang bagaimana kemanusiaan sering kali menjadi aksesori dalam perang yang katanya demi “membawa demokrasi.” Film ini mengikuti perjalanan John Kinley (Jake Gyllenhaal), sersan pasukan khusus Amerika Serikat yang bertugas di Afghanistan. Setelah kehilangan penerjemahnya dalam ledakan, ia merekrut Ahmed (Dar Salim), seorang warga Afghan yang tak hanya pandai berbahasa Inggris, tapi juga punya naluri hidup yang luar biasa. Dalam perang, Ahmed bukan hanya penerjemah, tapi juga penuntun — menyelamatkan John berkali-kali dari maut. Namun setelah pertempuran yang menewaskan seluruh tim, hanya mereka berdua yang tersisa. John diselamatkan dan dipulangkan, sementara Ahmed — pria yang menyelamatkannya — ditinggalkan di tanah kelahirannya, diburu oleh kelomp...

Indonesia Darurat Hukum: Saat Negara Menemukan Cara Legal untuk Menyandera Warganya

Ada satu kebohongan yang paling rajin diulang oleh negara: bahwa hukum selalu diciptakan untuk melindungi warga. Padahal, seperti pisau dapur, hukum tak pernah netral. Ia bisa memotong bawang, bisa juga menusuk perut, tergantung siapa yang memegang gagangnya. Dan belakangan ini, gagang itu terasa makin erat di tangan negara, sementara mata pisaunya menghadap ke rakyat. Usman Hamid menyebutnya tanpa basa-basi: Indonesia Darurat Hukum . Bukan darurat karena hukum tidak ada, tapi justru karena hukum terlalu ada , terlalu siap dipakai, terlalu lentur ditafsirkan, terlalu mudah dijadikan senjata. KUHP dan KUHAP baru kini resmi berlaku. Secara simbolik, kita diminta bertepuk tangan: kolonialisme hukum Belanda akhirnya ditinggalkan. Secara retoris, negara ingin kita percaya bahwa ini adalah momen kedaulatan. Tapi sejarah sering mengajarkan satu hal pahit: tidak semua yang berlabel “nasional” otomatis berpihak pada rakyat. Masalahnya bukan pada keberanian mengganti hukum lama. Masalahnya ...