There are men who are born for peace, and there are those who are born for the storm. Utsman Batur was the latter. Darahnya bukan tinta, tapi bara. Ia lahir bukan untuk menulis sejarah, tetapi untuk membakarnya. Di tanah tinggi Turkistan Timur, di antara salju yang tak pernah benar-benar padam, seorang anak Kazakh tumbuh dengan mata menatap puncak gunung yang seolah berbicara padanya: “Jika langit menindasmu, panjatlah, dan perangi dari atas.” I. The Silent Beginning Awalnya, dunia tidak mengenal namanya. Sebab dunia sibuk dengan dua raksasa: Rusia di barat, Cina di timur. Dua negeri yang merasa mereka adalah langit itu sendiri, satu dengan palu merah, satu dengan naga emas. Namun di antara mereka, ada sebidang tanah yang disebut Turkistan Timur , di mana angin membawa azan dengan nada yang menggigilkan udara. Itulah tanah tempat seorang anak penggembala bernama Utsman menatap bintang dengan cara yang berbeda. Bagi sebagian orang, bintang hanyalah cahaya jauh di langit; ba...